Datanglah Lebih Dekat: Pemuridan yang Berpusat pada Hadirat Kristus di dalam Injil Markus

3 September 2026, 10:56

Datanglah Lebih Dekat: Pemuridan yang Berpusat pada Hadirat Kristus di dalam Injil Markus

37

Oleh: Mark Hurlbut (Chief Pastoral Officer/Vice President OneCry Global)

(Bahan ini disampaikan oleh penulisnya dalam One Cry Indonesia, 16 dan 23 Juni 2026)

Keluarga Baptis, firman Tuhan mengingatkan kita, "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu." (Yakobus 4:8). Kedekatan kita dengan Kristus adalah kunci utama bagi pola pemuridan yang bertumbuh dan hidup di dalam gereja-gereja kita.

Salah satu hal yang paling luar biasa dari Injil Markus adalah cara Yesus membentuk murid-murid-Nya. Banyak pembaca sering kali hanya memberi perhatian kepada mukjizat, perumpamaan, dan perdebatan Yesus dengan para pemimpin agama. Namun di balik semua itu, ada kisah lain yang sedang berlangsung: pemuridan yang disengaja terhadap dua belas orang biasa yang kelak menjadi alat penting bagi kebangunan dan kebangkitan rohani dalam kitab Kisah Para Rasul.

Buah dari Hadirat yang Mengubah Hasil dari kebangkitan rohani pada masa gereja mula-mula sangatlah mencengangkan. Pada hari Pentakosta, kira-kira tiga ribu orang percaya kepada Kristus (Kisah Para Rasul 2:41). Tidak lama kemudian, jumlah orang percaya “makin lama makin bertambah” (Kisah Para Rasul 5:14). Bahkan, “jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak” (Kisah Para Rasul 6:7).

Pertumbuhan luar biasa ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan buah dari proses pemuridan yang telah dimulai beberapa tahun sebelumnya saat Yesus berjalan di Galilea bersama para pengikut-Nya. Jika kita rindu melihat tuaian rohani seperti itu, kita harus mengalami perjalanan pemuridan yang sama seperti para rasul. Sebelum Allah memakai mereka untuk memengaruhi banyak orang, Ia terlebih dahulu membentuk mereka di dalam hadirat-Nya. Pola dalam Injil Markus ini tetap menjadi jalan Allah untuk membentuk murid yang dewasa dan siap melayani pada masa kebangunan rohani.

Dua Panggilan Pemuridan: Kaleo dan Proskaleomai Salah satu kunci untuk memahami perjalanan ini ditemukan dalam dua kata Yunani di sepanjang Injil Markus.

  • Kata pertama adalah kaleo, yang berarti “memanggil”. Kata ini digunakan ketika Yesus pertama kali memanggil murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia, dan menjadi akar dari gagasan gereja sebagai umat yang “dipanggil keluar”.

  • Kata kedua adalah proskaleomai, yang berarti “memanggil seseorang untuk datang lebih dekat” atau masuk ke dalam hadirat-Nya.

Setiap kali Markus menggunakan kata proskaleomai, Yesus sedang mengundang murid-murid-Nya masuk ke tingkat kedewasaan rohani yang lebih dalam. Ini adalah momen strategis di mana Kristus menarik pengikut-Nya mendekat karena ada pelajaran penting yang hendak diajarkan.

Enam Tahap Perkembangan Pemuridan Perkembangan kedewasaan ini terlihat indah melalui enam panggilan di sepanjang Injil Markus:

  • Percaya dan Mengikuti (Kaleo): Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk percaya dan mengikuti Dia (Markus 1:20). Seperti orang percaya baru, mereka memulai perjalanan dengan menanggapi Injil.

  • Berada Bersama Yesus (Proskaleomai): Yesus memanggil mereka kepada pemuridan yang sungguh-sungguh dengan menetapkan kedua belas murid “untuk menyertai Dia” (Markus 3:13). Sebelum melayani secara efektif, mereka harus belajar hidup dalam hadirat-Nya.

  • Mengabdi dalam Pelayanan (Proskaleomai): Mereka diutus untuk memberitakan firman, melayani, dan mengambil bagian dalam misi-Nya (Markus 6:7). Mereka bergerak dari sekadar memperhatikan menjadi melakukan.

  • Memikul Salib (Proskaleomai): Yesus memanggil mereka untuk memikul salib, bukan mempertahankan keadaan nyaman (Markus 8:34). Mengikuti Kristus berarti pengorbanan dan penyerahan diri sepenuhnya.

  • Memimpin dengan Rendah Hati (Proskaleomai): Berbeda dengan dunia yang mengutamakan kuasa, model kepemimpinan Kristus adalah pelayanan (Markus 10:42). Kebesaran dalam Kerajaan Allah diukur melalui kerendahan hati.

  • Memberikan Segalanya (Proskaleomai): Yesus mengarahkan perhatian mereka pada seorang janda yang memberikan seluruh miliknya (Markus 12:43). Di tahap ini, mereka mempelajari penyerahan total, di mana pengabdian sejati tidak menahan apa pun dari Allah.

Setiap tahap dibangun di atas tahap sebelumnya, membuktikan kesempurnaan Yesus dalam melatih murid-Nya. Saat tiba di Kisah Para Rasul, mereka telah belajar iman melalui badai, ketekunan melalui penolakan, kerendahan hati melalui teguran, dan penyerahan diri melalui pengorbanan.

Undangan untuk Anda Hari Ini Pelajaran besar bagi gereja masa kini adalah: metode Yesus tidak pernah berubah. Sebelum Ia mengubah masyarakat atau bangsa-bangsa, Ia terlebih dahulu mengubah murid-murid-Nya. Setiap kali Kristus ingin memperdalam iman kita, Ia tetap memberikan undangan yang sama: “Datanglah lebih dekat”.

Di manakah posisi Anda dalam perjalanan 6 tahap ini? Kebangunan rohani yang bertahan lama bukanlah tentang kerumunan yang lebih besar, melainkan tentang orang-orang yang bersedia memikul salib, memimpin dengan rendah hati, dan memberikan segalanya bagi Kerajaan Allah. Semuanya dimulai dengan satu undangan sederhana dari Kristus: Datanglah lebih dekat.